Selasa, 20 Oktober 2020

Belajar Menulis Bareng Om Jay, hari ke 7, 19 Oktober 2020

 INGIN MENERBITKAN BUKU? INI SOLUSINYA...

Hari ini, Senin tanggal 19 Oktober 2020 perkuliahan bareng Om Jay kembali di buka. Jujur aku kurang bersemangat. Bukan karena sudah mulai malas mengikuti perkuliahan, tetapi rasa penat di kepalaku dan rasa capek yang aku rasakan membuatku engga mengikuti perkuliahan hari ke tujuh ini. Seminggu ini agenda di madrasah sangat padat dan benar-benar menyita tenaga dan pikiranku.

Di sisi lain,  suamiku yang lagi semangat-semangatnya menyusun cerpen mengingatkan aku untuk tetap memegang komitmen atas apa yang sudah menjadi keputusanku, yaitu membersamai teman-temanku di WAG Belajar Menulis Bareng Om Jay.

" Lho, Ibu kok tiduran? Bukannya ini malam Selasa? Ibu ada jadwal dengan Om Jay, kan?," kata suamiku.

"Iya, Yah. Ibu tidak lupa kok. Tapi Ibu sangat capek. Tadi di madrasah mempersiapkan berkas-berkas ibu yang diminta oleh Bu Kepala.  Ini pun belum selesai, " kilah  ku pada suamiku.

"Buk, ayah ingatkan, ya. Dulu Ibu pernah melepaskan kelas ini dan ibu menyesal. Dan Ibu juga bilang ke Bapak kalau ibu akan menggunakan ijin dari Bapak dengan baik. Ibu juga berjanji tidak akan mengeluh. Ibu sendiri lho yang bilang seperti itu," kata suamiku mengingatkan aku.  

Akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga yang aku punya, aku mengikuti perkuliahan malam ini sambil rebahan di kamarku. Aku hanya mampu menyimak saja. Membaca chat di WAG pun tidak sedetail biasanya. Jari-jari tanganku pun tidak senakal biasanya. Opening untuk resume ku pun  belum  aku buat.


Thamrin Dahlan
Ketua Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan
Hp. 0815 9932 527
Website YPTD :  terbitkanbukugratis.id
Email thamrindahlan@gmail.com

Dosen kami malam ini adalah Bapak Thamrin Dahlan, SKM, M.SI. Sekilas  tidak kulihat raut wajah lelah di muka beliau. Dari wajah beliau, aku bisa rasakan aura yang luar  biasa, wibawa seorang Bapak nampak jelas kulihat. Tidak kalah hebatnya dengan dosen-dosen yang lain, dosen kami malam ini juga  sudah menerbitkan banyak buku.

Di hari ke tujuh ini, Pak Thamrin berkenan berbagi informasi tentang menerbitkan buku secara gratis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD). Pak Thamrin yang juga seorang  dosen Akper Polri, publisher, penulis ini telah menerbitkan 30 buku.

Bapak Thamrin memiliki chemistry hebat dengan tokoh nomor satu di kelas  Belajar Menulis Bareng Om Jay. Hal ini dibuktikan dengan digandengnya Om Jay pada saat  launching  buku perdana pak Thamrin yang bertajuk "Aku Bukan Orang Terkenal"di tahun 2012. 

Pengalaman Pak Thamrin menerbitkan buku tidaklah mulus. Sebagai penulis pemula, beliau belum dikenal orang. Penerbit pun pernah menolak naskahnya . Bahkan untuk menerbitkan bukunya, beliau harus mengeluarkan dana yang cukup besar.

Karena pengalaman  dan suka duka beliau dalam menerbitkan buku inilah, satu pemikiran hebat beliau cetuskan. Ya.....sosok hebat ini  ingin membuka pintu yang seluas-luasnya bagi penulis utamanya penulis pemula agar bisa menerbitkan buku-buku mereka secara gratis. 

Terbentuklah yayasan yang luar biasa Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD). YPTD terbentuk 29 Juli 2019 berdasarkan Akta Notaris dan SK Kemenkumham. YPTD sebagai Penerbit mendapat kewenangan dari Perpustakaan nasional untuk mengusulkan ISBN buku yang akan diterbitkan.

Berdasarkan kewenangan itu Pak Thamrin juga  bisa menerbitkan buku secara indie (pribadi) buku lebih mudah dan cepat diterbitkan,  bahkan sampai buku ke 30.

Setelah itu YPTD membantu penulis-penulis lain yang telah memiliki naskah buku untuk diterbitkan.  Sejak launching  penerbitan buku gratis ber ISBN 19 Agustus 2020, sejumlah 36 buku diterbitkan oleh YPTD

APA SAJA PROGRAM YPTD?

Angin surga nampaknya benar-benar dihembuskan oleh YPTD.  Beberapa program menggiurkan dilontarkan oleh yayasan ini. Berikut program yang ditawarkan:

Program A 
Program ini ditawarkan kepada penulis yang telah mempunyai naskah buku dan bisa dikirim via email thamrindahlan@gmail.com

Program
YPTD menerbitkan Buku dari para penulis yang telah memposting tulisannya di website dan akan diterbitkan buku gratis.id setelah terkumpul naskah 150 – 200 halaman.

Program C 
Penulis telah memposting di website dan pihak   YPTD takan menerbitkan bukugratis.id sampai 40-50 artikel kemudian buku diterbitkan YPTD

Untuk penerbitan buku secara gratis ini tidak ada seleksi. Penulis  hanya diminta  menyesuaikan tulisannya dengan standard baku  YPTD :
a. Ukuran A5
b. Font 12
c. Margin 1.5/1/1/1
d. Huruf Times News Roman
e. Spasi 1.5
f. Ketebalan 150 – 200 Halaman

YPTD menerima naskah buku penulis via email thamrindahlan@gmail.com lengkap dengan :
Judul, Daftar Isi, Cover depan belakang Buku dan Kata Pengantar.

Tulisan bisa berbentuk Reportase, Opini, Fiksi dan Buku Ajar.  Tidak ada syarat metode penulisan karena setiap penulis memiliki gaya sendiri dan unik. Learning by doing.  Beliau sendiri menulis dengan kalimat pendek pendek dan acap di ulang ulang.  Enak dibaca dengan bahasa sederhana sepeti orang bertutur

Informasi tentang  penerbitan buku yang dipaparkan oleh petinggi YPTD ini  sangat menarik antusias kami. Sebagai penulis pemula rasa ingin tahu kami terhadap tokoh yang satu ini tidak terbendung lagi. Berbagai pertanyaan pun muncul dan dengan sabar beliau membagikan tips supaya tetap fokus dalam menulis. Bahwa tips terhebat agar fokus menulis adalah tujuan kita menulis. Niatkan untuk berbagi. Lakukan hal ini seiap hari. Apa yang ada di sekitar kita bisa dijadikan bahan ide untuk menulis.



Ketakutan pun muncul diantara kami peserta kuliah. penolakan naskah menjadi momok  bagi kami penulis pemula. Tetapi, YPTD  memiliki prinsip semua bahwa tulisan adalah bagus selama bukan plagiat dan hoaks.  YPTD tidak  menilai tulisan yang akan diterbitkan.  Kualitas itu sangat bertingkat dan beragam dan semua berproses.  Jika sudah ada naskah maka YPTD siap membantu menerbitkan buku. Tujuan utama adalah bagaimana meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Literasi Indonesia. 

Demikian resume saya untuk perkuliahan hari ke tujuh ini. Semoga bermanfaat. Salam literasi....




Senin, 19 Oktober 2020

Belajar Menulis Bareng Om Jay, hari ke 6, 16 Oktober 2020

 


           Hari ini, sampai detik ini masih kurasakan kebahagiaanku. Om Jay berkenan memberiku hadiah. Bagi Om Jay, sebuah buku mungkin tidak berarti apa-apa. Tapi bagiku, anugerah dari Om Jay di Jumat berkah ini sungguh bermakna besar. Rasa puas atas pencapaianku tidak boleh berhenti sampai di sini. Akan kubuktikan bahwa aku bisa seperti teman-temanku yang lain. 

           Mr. Bams, sosok yang tak kalah hebatnya dengan pemateri-pemateri sebelumnya. Segudang prestasi sudah beliau raih. Sejumlah posisi penting di beberapa organisasi juga sudah beliau duduki. Aku semakin yakin untuk untuk menimba ilmu di grup hebat ini. Orang-orang hebat berada di sekitarku dan siap membimbingku. 

          Mr. Bams berbagi pengalamannya mengelola blog. Wordress menjadi pilihan beliau untuk mengekpresikan diri. Sudah lama Mr. Bams berkecimpung di dunia blog. Bahkan beliau menggunakan blognya untuk tujuan pendidikan selaras dengan profesi beliau sebagai guru.   

          Dokumen-dokumen yang menjadi beban guru tak luput dari incarannya. Dikelolanya dokumen mengajarnya di blog pribadinya. Ini menyadarkan aku bahwa blog tidak dibatasi hanya untuk tujuan penulisan naskah tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk mendokumentasikan administrasi guru. Memang Mr. Bams cerdas dalam memanfaatkan blog.

           Menulislah dari apa yang kita sukai. Tulisan bisa disimpan dikertas saat punya ide, kemudian dipindahkan di pengolah kata (microsoft word, atau yang lainnya). Kemudian bisa diposting di blog yang kita kelola. Kuatkan komitmen atau kemauan untuk tetap mau menulis. Sering membaca buku atau postingan blog yang lain bisa memotivasi diri agar selalu ingin menulis.

       Sebagai guru, kita harus selalu mencoba untuk senang membaca dan menulis. Tuangkan dan buktikan bahwa kita bisa menulis, simpan di blog.
Langkah awal menulis di blog WordPress :
1. Kuasai terlebih dahulu bagaimana mengelola blog di WordPress
2. Belajar posting di blog
3. Simpan tulisan di word terlebih dahulu, baru dipos di blog


Bagaimana jurus2 mengelola blog yang baik agar mudah dikenal banyak orang?

a. Rajin posting

b. Rajin share di media sosial yang kita miliki (WA, IG, Facebook)

2. Kuasai tampilan yang disediakan oleh blog, dan harus mau mencoba dan berlatih. Isi blog baiknya apa ? Isi sesuai kebutuhan yang kita perlukan dan apa yang kira-kira apa yang ingin disampaikan kepada para pembaca.

ijin saya memperlihatkan hasil pencarian dengan kata kunci *Mr. Bams* , seringnya menulis Mr. Bams di blog, di web, di instagram, di podcast.


Jumat, 16 Oktober 2020

My Today's Diary


JUMAT BERKAH

Hari ini aku tidak mempunyai agenda kerja yang teramat penting. Semua pekerjaan kantor sudah kuselesaikan kemarin termasuk tugas meresume dari Om Jay. 

Sejenak aku berpikir akan mengerjakan apa untuk hari ini. Selama daring aku hanya ketemu murid-muridku di dunia maya dua minggu sekali. Dan minggu ini sama sekali tidak ada jadwal mengajar.

Iseng-iseng ku buka blogku....hmmmmm masih sama. Belum ada tambahan komentar dari teman-temanku. Tapi itu tak jadi soal karena aku ingat pesan guruku:"Teruslah menulis meskipun tidak ada orang yang membaca tulisanmu". 

Dengan berpegang kata-kata guruku, kupencet tanda plus (+) di dashboard blogku. Kutulis apa yang kuingat tentang pertemuanku dengan teman lamaku sembari menunggu motor kesayanganku dimaintain oleh bengkel langgananku.

Kalimat mengalir begitu saja seolah air mancur yang bergerak cepat dan ada henti. Paragraf demi paragraf sudah kuhasilkan sambil sekali tempo melirik chat grup WAku. Ketika tidak ada info yang menarik, kutinggalkan WAGku. Dan aku terus asyik menuliskan ide-ide di kepalaku.


Tiba-tiba ringtone HPku berbunyi. Perlahan kubuka untuk mengetahui ada informasi apa di WAGku. Ah....hanya foto bayi...hal yang biasa saja pikirku. Apa istimewanya? Itu awal penilaianku karena mataku hanya tertuju pada foto kecil itu. 

Dadaku berdegup kencang ketika ada catatan di bawah foto itu. Om Jay menantang murid-muridnya untuk membuat tulisan tiga alinea berdasarkan foto bayi itu.

Ikut atau tidak? Pertanyaan itu muncul di kepalaku. Kupandangi foto bayi itu terus menerus. Kupikirkan tulisan seperti apa yang tepat untuk foto itu.

Aku ingat pesan bunda Kanjeng. Paksa menulis bahkan pada saat tidak memiliki ide sekalipun. Akupun berkhayal tinggi sekali. Kubayangkan hal-hal yang mungkin jadi ide bagus untuk menjawab tantangan om Jay. 

Sepuluh menit.....setengah jam......satu jam berlalu. Aku baru berhasil membuat satu paragraf. Aku juga ingat pesan bunda Kanjeng, Cak Inin dan Om Jay bahwa ide menulis itu bisa didapat dengan melihat lingkungan sekitar.

Dan benar saja, di sebelahku duduk seorang anak kecil bersama kakeknya. Masya Allah anak kecil ini mampu berbahasa jawa yang sangat halus. Hal yang sudah jarang ditemukan.  Begitu patuhnya anak ini pada sang kakek.

Ah....ternyata pesan guru-guruku benar adanya. Ide demi ide mengalir bak air hujan yang terus menetes menggerakkan tanganku untuk melanjutkan menulis tiga alinea.

Selesai sudah tiga alinea kubuat. Keraguan menyelimutiku. Kirim tidak ya? Layak tidak ya? Ah.....pikiranku maju mundur tidak karuhan. Akhirnya dengan membaca bismillah kuposting tulisanku. 

Kupasrahkan semua ketentuan pada Sang Maha Penentu. Aku tidak lagi mempedulikan kualitas tulisanku. Kubiarkan orang menilai hasil karyaku. Om Jay jual, aku beli...itulah semboyanku.

Dag dig dug terus membayangiku sejak kuposting tulisanku. Sengaja tidak kubuka WAGku. Ketika sampai di rumah, ringtone kembali berbunyi. Dan......ada pesan pribadi masuk......Masya Allah , Bapakku, guruku, motivatorku menghubungiku....

Terima kasih  Om Jay...

Terima kasih pada guru-guruku yang hebat....

Terima kasih teman-teman....

Kalian yang terbaik buatku




Kamis, 15 Oktober 2020

Tantangan Om Jay Menulis Tiga Alinea


 Akhirnya.....Kau Datang Juga 



            
          Alhamdulillah....itu kata yang pertama kali keluar dari mulutku. Empat jam perjuangan istriku sudah berlalu. Empat jam lamanya aku melihat dan merasakan hebatnya rasa sakit yang di rasakan istriku. Sejenak kuamati  putri pertamaku, spontan kuambil posisi sujud menyambut amanah yang Allah titipkan padaku. saat sujudku, kusadari betapa besar pengorbanan dan perjuangan seorang ibu. Dan aku semakin tahu mengapa Allah membuat perbandingan 3:1 untuk seorang ibu. Jadilah kau putri yang berbakti pada orang tuamu khususnya ibumu ya dek.......Kalimat itu yang terselip di hatiku saat kugendong bidadari kecilku.

        Cantik. Ya....itu kata yang kuucapkan setelah mengumandangkan suara suci di telinganya. Bidadari kecilku telah lahir ke dunia. Bidadari yang sudah sekian lama kutunggu kehadirannya. Tangis pertamanya memecahkan gundah hatiku setelah sejuta rasa takut menghantuiku. Tak lupa kuucapkan terima kasih pada istriku karena sudah memberiku hadiah istimewa di hari ulang tahunku. Kukecup pipinya wujud tanda bahagiaku. Lengkap sudah keluargakku. 

          Kupilih sederet nama untuk putri cantikku. Aisyah....itu nama yang kami sepakati untuk menjadi panggilannya. Kami pilih nama itu karena  nama yang agung menurut kami, nama istri Rasulullah. Pipinya yang merah menambah pesona Aisyah. Terselip doa semoga Aisyah menjadi anak yang sholihah. Terima kasih ya Robb telah Kau kirimkan kepada kami buah cinta untuk kami.



Rabu, 14 Oktober 2020

Belajar Menulis Bareng Om Jay, Hari ke 5, 14 Oktober 2020


BELAJAR DARI INSPIRATOR HEBAT

Dag....dig...dug.....ini yang kurasakan menjelang perkuliahan malam ini. Kuliah malam ini sungguh spesial. Sosok yang biasanya bertugas sebagai moderator ternyata naik posisi. Bunda Kanjeng malam ini menjadi dosen kami. Tak sabar kusiapkan laptopku untuk menulis pendahuluan agar mulus resumeku malam ini.

Sudah kubayangkan suara merdu bundaku yang istimewa ini. Ketika ku lihat flyer di grup pelatihan ini, mataku tertuju pada tatapan mata beliau. Tatapan mata yang menyejukkan siapapun yang memandang. Ketika kucermati wajahnya, bisa ku bayangkan betapa cantiknya beliau dikala muda. Guratan guratan kecantikan tampak jelas di wajah beliau.

Kekagumanku tidak berhenti sampai di sini. Ketika profil beliau di share kepada kami, decak kagumku semakin meninggi. Di usia beliau yang tidak lagi muda, beliau masih mampu mengukir prestasi.  Ku bandingkan dengan diriku. Ah....aku sungguh malu.  

Adzan isya' sudah berkumandang. Tinggal beberapa menit saja perkuliahan dimulai. Rasa penasaranku semakin memuncak mengenai materi apa yang akan disampaikan. 

Teng....teng...perkuliahan dimulai. Untuk pembukaan sekaligus warming up, bu Kanjeng menyuguhkan pada kami makanan yang super lezat mahakarya beliau. Sudah pasti suguhan tersebut bukan sembarang suguhan. Berderet-deret buku karya beliau menjadi salah satu bukti kehebatan beliau. Suguhan yang tidak lazim tapi begitu menggugah semangat kami para peserta perkuliahan ini. Suguhan yang membuat aku sendiri malu karena sudah terlalu puas dengan apa yang sudah aku dapat.

Tak terasa suguhan utama pun mulai dibagikan oleh bu Kanjeng. Beliau berbagi tentang dunia tulis menulis dan penerbitan buku.



Berikut ini tips menulis dan cara menerbitkan buku dari sosok hebat, Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

1.Tips Menjadi Penulis. 

1.1 Banyak membaca

Membaca bagi sebagian orang adalah hal yang membosankan bahkan membuat jenuh. Aktivitas yang hanya dilakukan dengan duduk manis. Tapi bagi seorang penulis, membaca merupakan sebuah tuntutan. Selain menambah wawasan, membaca dapat membantunya menemukan  ide atau gagasan penulisan. Dengan seringnya membaca akan mudah bagi seorang penulis untuk  membangun tema  atau ide pokok tulisannya.

1.2 Mencoba menulis

Ketika ide sudah muncul di kepala, alangkah baiknya jika diteruskan dengan menulis apa yang menjadi ide penulisan. Jangan ditunda-tunda lagi untuk menulis. Jangan menunggu, bahkan menunggu sampai di rumah, membuka  laptop dan baru menulis. Di jaman yang serba digital ini, sangat memungkinkan menulis di manapun. Dengan HP di genggaman ide penulisan segera di realisasikan.

Ketika ide benar-benar macet, paksalah untuk tetap menulis. Tulislah bahwa anda tidak mempunyai ide untuk hari itu. Yakinlah, ide akan mengalir di kepala dan siap untuk diteruskan menjadi sebuah tulisan.

2. Tips Disiplin Menulis. 

Untuk menjadi sesuatu perlu kerja keras. Untuk mendapatkan sesuatu perlu upaya yang nyata. Resolusi untuk diri sendiri sangat diperlukan. Demikian juga halnya dengan keinginan menjadi seorang penulis hebat. Agar terasah kemampuannya, perlu ditumbuhkan dalam diri kita untuk bersikap disiplin dalam menulis. Percayalah, dengan banyak menulis akan semakin hebat tulisan kita. Berikut tips untuk disiplin menulis :

2.1 Buat kerangka tulisan. 

Ketika seorang penulis akan membuat satu naskah, keinginan akan sempurnanya hasil karyanya pasti menjadi tujuan utamnya.  Untuk sempurnanya hasil tulisan perlu adanya panduan menulis. Panduan menulis inilah yang nanti akan mengarahkan apa saja yang akan dituangkan dalam tulisanya. Untuk itu membuat kerangka tulisan menjadi sebuah keharusan. Dengan kerangka tulisan tulisan lebih terarah dan bisa mencapai tujuan penulisan. 

2.2 Buat target 

Target yang dimaksud  di atas adalah target waktu penyelesaian tulisan yang suah dirancang.    Penentuan waktu penyelesaian tulisan perlu dilakukan. Mengapa ? Bagaimana caranya?

Ya, hal ini perlu dilakukan agar tulisan kita segera terrealisasi. Jangan mudah berhenti ketika kita sedang menulis. Jangan mudah tergoda oleh  situasi yang menyurutkan semangat menulis dan menyebabkan tertundanya penulisan ide gagasan. 

Jika ada ketakutan akan adanya kemungkinan tidak disiplin dalam memenuhi target waktu penulisan naskah, maka buatlah tabel target. Tabel ini bisa berupa target halaman. dalam satu hari berapa halaman yang harus di selesaikan. Jika naskah terbagi menjadi beberapa bab, maka buatlah target penyelesaian berdasar jumlah bab. misal, satu hari satu bab. 

Sebaik atau sesempurna apapun tabel target ini dibuat maka tidak akan berarti apa-apa jika disiplin menulis tidak ada upaya gua pemenuhannya.

3. Tips Memilih Judul yang Menarik. 

Judul yang menarik? Mengapa? Ya, ini penting karena judul yang menarik akan menentukan curiosity pembaca. Judul yang mampu membuat orang penasaran untuk membacanya biasanya cukup menarik orang untuk membeli buku tersebut jika naskah dalam bentuk buku. . Hal yang perlu diingat bahwa judul harus sesuai dengan tema tulisan Judul harus mudah diingat.

4. Tips Mencari Ide. 

4.1 Membaca

Mencari atau menemukan ide menulis, selain dengan banyak membaca juga bisa didapatkan dengan cara-cara lain. 

Refreshing dan pergi ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi selain untuk me-refresh otak  dari rutinitas juga bisa membatu seorang penulis menemukan ide gagasan dalam menulis. Dengan membaca apa yang kita temukan di tempat-tempat yang kita kunjungi membantu kita menemukan ide. 

4.2 Cari referensi dari berbagai media. 

Saat ini teknologi informasi sudah sedemikian pesatnya. Mencari referensi di internet, hal yang sangat mungkin untuk dilakukan. Bahkan  trik  ATM (amati, tiru, modifikasi) juga  bukan hal yang buruk untuk dilakukan. 

5. Tips Menulis Cepat. 

Pikirkanlah ide tulisan yang akan di buat. Tuliskan!. Kerangka karangan bisa dibuat terlebih dahulu agar lebih terarah. Teruslah mengetik berdasarkan ide yang dimiliki. Jangan lihat ke belakang apa yang telah diketik. Abaikan jika ada yang salah baik dari segi struktur bahasa maupun ide.

6. Tips Memenangkan Lomba. 

Pastikan aturan dan syarat-syarat lomba sudah dipahami dan dilaksanakan. Carilah beberapa referensi yang berkaitan dengan tema lomba tersebut. Setelah  selesai menulis, baca ulang beberapa kali. 

Perbaiki yang salah atau yang kurang enak dibaca. Mintalah penilaian teman atau saudara! 

Setelah selesai mengirimkan naskah, berdoalah. Jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau  gagal, evaluasilah. Dan teruslah mencoba. Karena setiap orang yang berhasil sesungguhnya telah mengalami setumpuk kegagalan.

7. Langkah-langkah Menulis Buku.  

Tentukan apa jenis buku yang akan dibuat. Apakah berupa novel, esai, ilmu pengetahuan, kumpulan cerpen atau apa. 

Tentukan tema misalkan  jenis buku yang  akan ditulis. Misalkan kita ingin menulis Novel. Setelah itu kita tentukan tema novel tersebut apa. Apakah temanya romantik, inspiratif, ilmiah, atau apa? 

Buat kerangka buku. Jika kita memilih novel, tentukan kerangka ceritanya seperti apa. Hal ini bisa kita tulis atau cukup kita pikirkan.

8. Tips dan Cara Mengirim Tulisan ke Media. 

Buat tulisan yang menarik. Pilih tulisan yang sesuai temanya dengan waktu aktual dan banyak dibutuhkan. Sesuaikan dengan media masa yang dikirimkan. Jangan mengirimkan ke banyak media masa sekaligus ya. 

9. Membuat Pembaca Penasaran. 

Perhatikan saat hendak jeda iklan ketika kita sedang menonton talk show. Sebelum iklan, pembawa acara biasanya melontarkan pertanyaan terlebih dahulu pada narasumber yang belum sempat dijawab narasumber. Tujuannya apa? Agar penonton penasaran dan tak pindah chanel. Dalam dunia buku, pembaca mungkin juga akan berhenti membaca sebuah buku ketika ia merasa bosan pada bab-bab tertentu.

10. Manfaatkan Mengikuti Event

Mengikuti event tertentu akan mengasah otak untuk mencari ide. Melatih disiplin menulis dan memperbanyak pengalaman menulis. Mengenal penulis-penulis lain dan memungkinkan mendapatkan hadiah. 

11. Cara Mengirim Naskah Ke Penerbit dan Hal Yang Harus Diperhatikan.

Siapkan naskah yang sudah rapi. Perhatikan  tata cara pengiriman dan ketentuannya. Misal, ada penerbit yang hanya menerima naskah dalam bentuk cetak, ada pula penerbit yang menerima naskah dalam bentuk file lewat email.  Pilihlah penerbit yang sesuai dengan jenis naskah yang kita miliki. 

Kirimkan naskah beserta sinopsis dan biodata penulis. Hindari mengirim naskah ke beberapa penerbit sekaligus. 

12. Hal Yang dipertimbangkan Penerbit dalam Menerima Naskah

Adanya kesesuaian dengan penerbit. Misalkan, penerbit yang menerbitkan naskah Islami tentu akan menolak naskah yang tidak sesuai. Kualitas naskah tentu menjadi faktor terbesar dalam penilaian.

13. Waktu yang  Tepat untuk Menulis. 

Waktu yang tepat untuk menulis berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Semua terpulang kepada pribadi masing-masing penulis. Biasanya saat senggang atau sedang menunggu. Bisa juga malam hari sebelum tidur. Sebagian ada juga yang pada pagi hari setelah subuh. Waktu luang pun bisa dijadikan waktu tenang untuk menulis. Apalagi kondisi masih fresh. Saat ada ide karena ini yang paling penting.  

14. Banyak Cara Menerbitkan Buku dan Jadi Penulis. 

Banyak orang yang ingin jadi penulis sukses. Tetapi kesuksesan dalam menulis tentu tidaklah selalu mulus. Tidak menutup kemungkinan bahwa naskah akan di tolak. Di sinilah tantangan muncul. Maju atau mundur dalam penerbitan buku terpulang kepada pemilik naskah. Ada kata-kata indah,  terus maju pantang mundur.  Tetapi ada juga kata-kata sederhana, cukup sampai di sini. Pilihan mana yang akan diambil terserah pada pemilik naskah.

15. Di Belakang Buku.(Sinopsis)

Bagian belakang sebuah buku adalah sinopsis. Mengapa sinopsis  perlu  diperhatikan? Dengan membaca sinopsis, ketertarikan untuk membaca dan membeli buku akan semakin tinggi.

16. Yang Perlu dilakukan Penulis Setelah Bukunya Terbit. 

Penulis harus membantu mempromosikan bukunya karena tidak ada jaminan bahwa buku tersebut laris di pasaran.  Kita harus memperbaiki naskah buku tersebut jika ada kritik dari pembaca. agar di cetakan berikutnya bukunya lebih baik lagi. Terus berkarya walaupun nama sudah dikenal banya orang dan telah mendapatkan royalti yang melimpah sekalipun. 

17. Jalan untuk Jadi Penulis Sukses. 

Jangan buru-buru membuang naskah yang sudah dengan susah payah di susun, karena penulis sukses pun awalnya mengalami penolakan. Pada saat naskah ditolak,  setidaknya punya 2 pilihan: mau terus berjuang, atau berhenti.

Jika terus berjuang, akan ada 2 pilihan lagi: mau terus mengirimkan ke penerbit mayor, atau diterbitkan secara self publishing. Mereka mampu menjual karyanya tanpa melalui toko buku konvensional. Di sisi lain, banyak juga penulis Indonesia yang awalnya menerbitkan buku secara indie/self publishing, lalu kemudian karena karyanya potensial, akhirnya diterbitkan oleh penerbit besar dan laris. 

Itulah tujuh belas menu utama dari suguhan bu Kanjeng malam ini. Menu yang sangat komplit untuk menjadi penulis hebat.

PESAN BU KANJENG



Di ujung jamuan, bu Kanjeng mengingatkan beberapa hal kepada kami agar kami menjadi penulis-penulis. 

Sebagai penulis pemula kami harus terus melangkah dan jangan berhenti. Menulis harus menjadi sebuah  kebutuhan bukan kewajiban. Menulis itu adalah suatu keterampilan, bukan bakat. Jadi Menulis haus dilatih. 

Beristiqomahlah dalam menulis. Ini pesan bu Kanjeng selanjutnya. Biarkan tulisan menemui takdirnya. Tetap menulis dan belajar mengupgrade diri agar naik kelas harus selalu dilakukan. Menulislah apa yang disukai dan dikuasai.

Demikian resume kuliah di har ke 5. Semoga bermanfaat.....salam literasi...semangat menulis


Selasa, 13 Oktober 2020

Belajar Menulis Bareng Om Jay, Hari ke 4, 12 Oktober 2020


Guru Harus Bisa Menjadi Content Creator



Kuliah  kelas Om Jay kembali dibuka. Rasa penasaranku  tentang materi dari narasumber kali ini sangat tinggi.  Asyik tidak ya? Materinya tentang apa ya? Beruntun pertanyaan demi pertanyaan menyelinap di otakku.

Meski rasa capek setelah seharian bekerja di kantor, aku paksa diriku untuk mengikuti kuliah malam ini. Dengan sisa-sia tenagaku, aku berusaha membuat opening untuk tulisanku. Ini kulakukan agar mempermudah kerjaku.

Dan tet..tot...jam kuliah sudah tiba. Om jay membuka ruang kuliah seperti biasanya. Bu Kanjeng juga sudah siap dengan suara merdunya untuk menemani kami dan Narasumber.

Bapak Hamzah Ramdhani, beliau narasumber kami malam ini. Tokoh muda belia dengan segudang pengalaman dan segunung prestasi. Pada saat membaca CV beliau, ada rasa kagum dengan beliau. 

Waktu penyampaian materi pun tiba. Aku ikuti alur perkuliahan dengan seksama. Lima menit, sepuluh menit, bahkan hampir setengah jam aku berpikir bagaimana membuat resume untuk materi malam ini. 

Ya, aku bingung karena pak Hamzah tidak memberikan materi tentang menulis atau berbagi pengalaman menulis. Kuliah pada malam ini sungguh berbeda. Narasumber mengajak kami untuk berpikir kritis dengan menyajikan video pembelajaran yang beliau hasilkan. Dari kedua video yang beliau bagikan di grup, aku akui beliau seorang CONTENT CREATOR yang handal.

Kami diminta untuk menganalisis kedua video tersebut. Ku putar beberapa kali untuk bisa mencermati kontent, tata letak dan materi dalam video tersebut. Dari paparan video narasumber, aku bisa rasakan betapa senang dan enaknya memahami materi itu jika aku seorang siswa. Tampilan di video mempermudah siswa menguasai materi. Materi yang semula membosankan maka akan jadi lebih menarik. Materi yang susah  menjadi mudah. 

Sembari terus mencermati video, aku terus saja berpikir apa yang diharapkan dari materi malam ini. Mengapa Om Jay menghadirkan beliau malam ini? Dan aku sampai pada kesimpulan pribadiku bahwa narasumber ingin menyadarkan kami betapa pentingnya penguasaan IT bagi kami para guru di masa pandemi ini. Betapa  pentingnya membuat inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran tidak membosankan. Menyadarkan kami bahwa guru harus cerdas membuat ide kreatif agar materi tetap tersampaikan pada siswa tanpa membebani siswa. 

Menurut narasumber, video merupakan alternatif yang direkomendasikan untuk pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Sayangnya, tidak semua guru mampu membuat video pembelajaran.

Bagaimana membuat video yang bagus
 dan 
tepat untuk siswa?

1. Lakukan analisis KI-KD

Mengapa perlu analisis KI-KD? Hal ini dimaksudkan agar konten video yang akan di buat sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 

2. Memilih indikator yang akan dibuatkan video pembelajaran

Indikator juga memegang peranan penting dalam pembuatan video pembelajaran. Dengan telah ditentukannya indikator maka cakupan materi yang di tuangkan dalam video akan selaras. 

3. Mengumpulkan aset video

Apa yang dimaksud dengan aset video? Aset video merupakan objek yang berisi informasi-informasi yang dibutuhkan dalam video. Aset dapat berupa foto, gambar, atau video. 
Untuk mendapatkannya ada beberapa cara
1. Melalui google
2. Melalui freepik.com
3. Melalui youtube

Jika  menginginkan gambar dengan resolusi tinggi, kita bisa menggunakan keyword HD pada google atau  PNG

4. Proses perekaman

Proses perekaman video memerlukan waktu lama, tidak hanya sekali dua kali. Jadi ketelatenan sangat diperlukan jika ingin menghasilkan video yang baik. 

Untuk membuat video pembelajaran, akan lebih bagus jika dibuatkan terlebih dahulu  tabel naskah. Tabel naskah ini berisi narasi, audio yang dibutuhkan, visual yang sesuai, durasi dan scene. Dengan adanya tabel naskah maka penyusunan naskah akan lebih tertata.

Setelah naskah selesai di susun maka proses selanjutnya adalah mencari aset yang sesuai dengan naskah yang telah dibuat. 

Setelah tahap ini selesai, proses pembuatan video pembelajaran sudah bisa dimulai.

5. Editing video pembelajaran

Untuk menghasilkan video yang sempurna perlu tahap editing. Proses ini memerlukan ketelitian karena harus mencermati setiap scene. Jika ada gambar, audio, atau narasi  yang tidak tepat maka pada tahap editing inilah kualitas video bisa di tingkatkan.

6. Review dan Revisi

Mengapa tahap ini perlu dilakukan. Dengan mereview dan merevisi maka kesempurnaan hasil video baik dari segi naskah. Suara, gambar, narasi dan materi akan tepat sesuai tujuan pembuatan video.

Itulah langkah-langkah membuat video pembelajaran yang kudapatkan di perkuliahan hari ke 4.

Pak Hamzah juga membagikan link di youtube untuk membuat video dengan menggunakan aplikasi kine master. Linknya👇

https://youtu.be/wcTTPZTzpJA

Lalu, apa yang harus diperhatikan agar video menarik untuk disimak oleh siswa? Tips tentang video yang menarik juga di berikan. Bahwa kekuatan video ada dalam animasi, backsound, dan pengisi suaranya. Ketiga hal tersebut harus menjadi satu kesatuan. 

Diujung pertemuan, narasumber memberikan motivasi bahwa seluruh peserta belajar bareng ini harus:

1. Tetap semangat belajar

2. Tidak pernah membuat target juara

3. Memaksimalkan kemampuan

4. Mengikuti semua alur kegiatan secara maksimal

5. Berdoa dan berserah diri

Demikian resume perkuliahan Belajar Menulis Bareng Om Jay hari ke 4.  Semoga bermanfaat....salam literasi.....


Senin, 12 Oktober 2020

MAN JADDA WA JADDA

 

Seharian kemarin aku menulis untuk sebuah proyek yang menurutku sangat besar. Menulis di antara orang-orang hebat merupakan tantangan tersendiri bagiku.

Hampir tujuh jam aku di depan laptopku demi sebuah karya yang entah hasilnya akan seperti apa. Capek, pegal-pegal mulai kurasakan. 

Jam kantorpun usai sudah. Aku dan teman sejawatku segera pulang. Kupacu motorku secepat yang aku mampu agar segera sampai rumah. 

Sesampai di rumah, segera kubersihkan badanku. Setelah selesai, segera ku raih handphone ku. Ola ...la....sudah banyak chatting di hpku. Mataku tertuju pada grup pelatihanku. 

Ada pengumuman penting di WAGku. Murid-murid hebat mendapatkan hadiah spesial dari guruku.  Ah...aku gagal kali ini. Pikiran itu yang ada di benakku. Aku harus berupaya lebih keras lagi dan harus belajar lebih banyak lagi. Diantara kekecewaanku ada bahagiaku. Teman-teman hebatku berhasil membuat senang guruku dan ini juga keinginanku. 

Teman-teman hebatku ini memang luar biasa. Ku akui, mereka memiliki sesuatu yang aku tidak punya. Mereka punya sisi hebat yang aku masih harus belajar. 

Man Jadda Wa Jadda. 

Kata-kata hebat di atas memang tepat disandangkan pada para pemegang hadiah yang luar biasa. Untuk mendapatkan sesuatu, maka kita harus berusaha. Siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil yang indah di akhir cerita.

Terima kasih pak guru dan kawan-kawanku, kalian telah mengajarkan aku untuk menjadi sesuatu.

 

Sabtu, 10 Oktober 2020

Kesedihanku, Ada Temannya

     KISAH PILU DIHARI MINGGU

       Pagi ini suasana sangat cerah. Seperti biasa rutinitas hari minggu kulakukan dengan ringan hati. Meski capek,  kukerjakan semua pekerjaan rumah tangga dengan senang hati. Aku berpikir hari minggu adalah saatnya aku memainkan peran si Inem. 

           Bekerja sambil bernyanyi kecil adalah kebiasaanku. Sekadar untuk mengurangi rasa capek. Begitupun pagi ini. Lagu-lagu lama kesukaanku satu persatu kudendangkan. Dari mulai lagunya backstreet boys, guns n roses, dan sederet lagu indonesia lama menemaniku. 

        Ditengah lagu sweet child of mine, tiba-tiba anakku menghentikanku. "Buk, ada berita duka. Putranya lik Poniman meninggal. Dimakamkam jam sepuluh," katanya. Spontan kuhentikan suaraku. Innalillahi.....kata itu langsung kuucapkan.

         Setelah bersepakat dengan suamiku, kamipun berangkat  takziah ke rumah duka. Cukup jauh perjalanan kami, sekitar empat puluh lima menitan.

       Sepanjang perjalanan, kami masih memperbincangkan keluarga duka. Pasti mereka sedih luar biasa. Gadis kecil mereka diambil kembali oleh Yang punya. 

       Dialog kecilpun muncul diantara deru mobil kami. "Yah, kalau kematian itu didahului sakit seperti keluarga kang Poniman ini, mungkin duka lara dihati tidak terlalu sakit. Karena mereka sudah siap dengan segala kemungkinan, " kataku. 

        Suamiku juga menimpali perkataanku," iya, daripada melihat anaknya menderita, wafatnya mungkin lebih melegakan orang tuanya. Mereka akan lebih cepat semeleh. (bahasa jawa yang bermakna ikhlas menerima takdir)

      Dialogpun berlanjut, tanpa terasa kami sampai di rumah duka. Setelah menyolatkan jenazah, aku dan suamiku menyempatkan diri duduk sebentar sekadar bercakap-cakap dengan tetangga keluarga duka. 

      Dan dari cerita tetangga yang duduk di sebelahku, ternyata ada kisah miris dibalik kematian almarhumah. Kisah pilu yang empat tahun lalu kualami bersama suamiku. 

       Untuk menjaga privasi dan ketenangan pembaca kisahku ini, aku tidak akan menyebutkan nama rumah sakit di mana almarhumah sempat dirawat. Memang si Dedek (8 tahun), sebut saja itu namanya, sempat sakit malaria dan typhus. Setelah empat hari dirawat, si Dedek diperbolehkan pulang. Sudah pasti ayah bundanya  bahagia karena putri kesayangan mereka sudah sembuh.

        Segala administrasi sudah diurus agar kepulangan si Dedek tidak terhambat. Penyambutanpun sudah disiapkan oleh saudara mereka yang menunggu di rumah.

         Sebelum pulang, si Dedek masih harus disuntik untuk terakhir kalinya. "Ah,....tidak masalah, tinggal sekali suntikan terus si Dedek bisa pulang, pikir Poniman.

        Suntikan terakhirpun diberikan. Sesaat setelah itu, tubuh Dedek yang tadi cerah ceria berubah total. Si Dedek juga mengalami kejang-kejang.  Tak ayal Poniman dan istrinya bingung tidak karuhan, demikian juga dengan tim medis di tempat itu. 

        Kejang-kejang si Dedek tidak berlangsung lama. Dia diam terkulai tak berdaya. Jerit tangis sang bunda tidak terbendung lagi. Poniman juga tidak mampu menahan tangisnya. Si Dedek pergi untuk selamanya, tepat di hadapan mereka.

        Usut punya usut, ternyata obat yang diterima si Dedek bukan untuknya. Malpraktek mungkin sudah terjadi dan pihak rumah sakit sudah mengakui ada kesalahan dipihaknya sehingga Dedek harus pulang dalam kondisi meninggal.

      Mendengar cerita tadi, hatiku semakin hancur. Memori pedih empat tahun yang lalu seolah terkuak kembali. Kepergian buah hatiku diusia yang sama dengan si Dedek kembali menggores hati. Hanya saja caranya yang berbeda. 

      Sebelum pulang suamiku berpesan pada ayah si Dedek bahwa putrinya akan menunggu dipintu surga dan akan mencari ayah bundanya. Si Dedek akan menuntun kedua orang tuanya ke surga.

        Diperjalanan pulang, aku dan suamiku banyak terdiam. Rasa sukur kuucapkan karena kepedihan kehilangan buah hati, bukan kami saja yang merasakan. Ada banyak keluarga lain diluar sana yang mungkin jauh lebih pedih rasanya saat kehilangan putra putri mereka.

       Selamat jalan Dedek, semoga kamu bertemu dengan mas Fahmi anakku. 

        



        

Manusia Berencana, Allah Sang Penentu

        DIBALIK RASA KECEWAKU

          Hari sabtu adalah hari spesial. Lima hari kerja membuatku selalu ingin berjumpa dengan hari Sabtu.  

        Sepanjang siang sampai jelang Asar, grup wa keluargaku sangat riuh dengan rencana malam mingguan. Yang paling membuat riuh adalah berita akan adanya festival layang-layang naga malam ini.

       Segala rencana dan usul di grup wa sudah dirancang sedemikian rupa, mulai dari persiapan makanan, minuman, tikar yang lebar, sampai instruksi membawa mukena juga diusulkan. Ini untuk antisipasi jika penonton berjubel dan kami terjebak oleh kerumunan. Bahkan air untuk wudlupun diangkat menjadi bahan pembicaraan yang seru.

          Diskusi berlangsung panjang. Masalah tempatpun dibahas. Kami saling usul posisi yang strategis untuk menonton naga-naga beterbangan di udara. Kami ingin sekali bisa melihat naga yang terbang dari segala penjuru arah. Maklum malam ini sangat spesial. Festival 47 layang-layang naga.

           Setelah titik kumpul kami tentukan, kami memilih salah satu keponakan yang nanti akan berangkat terlebih dahulu. Tugasnya BOOKING TEMPAT sesuai keputusan di grup wa. 

            Waktu berjalan dengan cepat. Adzan Asarpun terdengar sudah. Suasana hati mulai campur aduk.  Keinginan untuk  segera ke tempat berkumpul secepatnya semakin memuncak meski festival dimulai setelah maghrib. 

          Tak mau ketinggalan, aku juga mulai gusar. Setelah solat asar, beberapa kali aku keluar masuk rumah untuk melihat situasi langit di atasku. Ah,....masih aman....lumayan cerah. Hanya saja sang bayu belum berhembus kuat.

           Kulihat jam dinding di kamarku menunjukkan angka 5. Tiba-tiba kudengar sayup tetes-tetes gerimis menerpa teras belakang rumahku.

          Masih terus diskusi lewat grup, aku dan saudaraku saling mengabari situasi langit. Ternyata sama, hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi.

           Ada sedikit kekecewaan kurasakan. Tidak hanya karena gagal menikmati hiburan murah dimalam minggu, tapi kecewa karena gagal bertemu dengan saudara-saudaraku. Hal yang jarang bisa diagendakan.

         Bayangan menggelar tikar, makan minum bersama, bercanda dengan keponakan-keponakanpun sirna sudah.

            Adzan maghribpun berkumandang. Dan aku masih berpikir  mengapa allah turunkan hujan sore ini. Sampai aku mendapat kesimpulan baru, jika  Allah tidak turunkan hujan mungkin kebiasaan baik setelah solat maghrib akan kami biarkan berlalu.

        Memang manusia sebatas berencana saja. Sesempurna apapun rencana manusia, pasti akan terpatahkan oleh ketentuan Allah. Sebuah pembelajaran berharga bagiku.

       Terima kasih ya Robb untuk kesekian kalinya Kau tunjukkan aku jalan lurusMu.


         

         

Jumat, 09 Oktober 2020

BELAJAR MENULIS BARENG OM JAY Hari ke 3, 9 Oktober 2020



 

AJIAN SAKTI MENJADI PENULIS HANDAL



“Carilah ilmu sebanyak-banyaknya. Semakin banyak ilmu, kita tak akan menyalahkan orang lain”.

 

Motto diatas dijadikan awal perkuliahan hari ke 3 Belajar Menulis Bareng Om Jay. Pemateri perkuliahan malam ini adalah Bapak Dedi Suhendi, yang akrab dipanggil Pak Ya’ Dedi Suhendi. Beliau seorang guru di Kalimantan, tepatnya di SDN 11 Pontianak Timur.

Sebagai pencari ilmu menulis, saya merasa tergugah dengan  kalimat motivasi di atas. Saat kita memposisikan tangan kita menunjuk ke suatu arah, maka satu jari kita menghadap ke depan, tiga jari kita mengarah ke kita sendiri. Filosofinya, dengan perbandingan 3:1, maka sudah pasti menang 3 jika itu sebuah adu kekuatan.

Demikian halnya dengan ketrampilan menulis. Kecenderungan cemburu terhadap orang lain yang sudah handal sangat mungkin terjadi. Hati kita mungkin akan berkata,” Kok dia bisa semulus itu menulis? Kok dia semudah itu menerbitkan buku? Sementara saya kok tidak semulus dia. Pemikiran ini hanya muncul pada orang yang iri dengan keberhasilan orang lain tanpa mau belajar hal positif dari orang yang sudah berhasil di dunia tulis menulis.

Sebagai penulis pemula penting kiranya untuk mencari referensi atau ilmu dari penulis-penulis hebat. Seperti perkuliahan malam ini, Ya’ Dedi Suhendi berbagi ajian khusus  bagaimana menjadi penulis  handal. Untuk menjadi penulis handal menurut Ya’ Dedi Suhendi kita perlu memperhatikan hal-hal berikut:

v   Memiliki  semangat, motivasi dan kemauan.

Ketika kemauan, semangat dan motivasi muncul dari diri sendiri, orang akan cenderung teguh pendirian untuk mencapai target atau tujuannya. Hal sama juga akan terjadi pada seorang penulis utamanya penulis pemula. Inner motivation ini harus muncul terlebih dahulu agar keinginan untuk menulis semakin tinggi dan tidak luntur.

v   Harus konsisten

Konsistensi untuk mengasah kemampuan  menulis  harus selalu ada pada calon-calon penulis hebat. Upayakan sesering mungkin menulis. Panjang pendek tulisan bukan menjadi tolok ukur sebuah konsistensi dalam menulis. Sederhana saja, setiap hari menulis hal-hal dilingkungan sekitar, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita lihat. hal ini akan mudah untuk dikembangkan. Berangkat dari tulisan-tulisan pendek, dengan konsistensi menulis pasti akan kita temukan jati diri menulis kita.

v   Mencari teman

Dengan menemukan teman yang sudah berhasil didunia tulis menulis, kita bisa mengikuti, meniru dan memodifikasi gaya dan cara dia menulis. Kita padukan dengan gaya kita sendiri.

v   Mencari kenyamanan menulis

Kenyamanan menulis sangat menentukan keberhasilan dalam menghasilkan sebuah tulisan. Antara penulis satu dengan yang lain memiliki cara yang berbeda dalam  hal kenyamanan menulis atau belajar menulis. Jika mengikuti satu program pelatihan menulis justru mengurangi kebebasan dalam menulis, tidak menutup kemungkinan untuk belajar mandiri.

v   Menulis itu semudah update status

Mind set diatas harus dimiliki oleh calon-calon penulis hebat. Jangan pernah berucap,  "Ah, menulis itu susah”. Ingat  apa yang kita pikirkan dan katakan bisa jadi sebuah doa. Allah tinggal bagaimana sangkaan hambaNya. Menulis itu semudah kita update status. Coba kita bayangkan saat kita komentar di grup wa, telegram atau medsos yang lain. Kita merasa tidak terbebani oleh apapun sehingga lancar-lancar saja menuliskan apa yang kita pikirkan.

v   Menentukan Topik Tulisan 

Menentukan topik bagi penulis pemula atau yang baru belajar menulis mungkin seperti momok yang setiap kali akan dihadapi. Sudah berpikir dan terus berpikir, tetapi belum juga muncul topik apa yang akan ditulis.

Minat. Ya, .....mungkin kata itu memudahkan kita dalam menentukan topik tulisan kita. Ketika keinginan menulis muncul, kita berminat menulis tentang apa maka jadikanlah itu topik tulisan. Nah , dengan cara ini topik tulisan akan mudah kita tentukan.

Selain minat, menentukan topik tulisan juga akan lebih mudah jika kita menulis apa yang ada dihadapan kita atau apa yang kita rasakan. Misal, kita sedang menghadapi suatu masalah. Dengan mengangkat masalah kita tersebut menjadi topik tulisan kita, maka akan mudah mengembangkannya.

Kreativitas menentukan topik juga bisa dimunculkan dengan membaca. Ini ada kaitannya dengan materi kuliah di hari yang pertama. Membaca tulisan akan bisa memunculkan ide menulis. Membaca, mencermati isi, dan mengambil kesimpulan bisa menjadi ide menulis. Hal ini seperti kita membuat sebuah review tulisan orang lain kemudian kita tambahkan pendapat kita sendiri

v   Menulislah dengan emosi

Ketika kita menulis sudah pasti bukan hanya untuk konsumsi pribadi. Apalagi jika tulisan itu akan kita jadikan konsumsi publik. Perlu trik jitu agar tulisan kita diterima dan tidak membosankan  pembaca.

Ketika tulisan kita bisa membawa pembaca untuk terpacu menyelesaikan bacaan atas tulisan kita, ini sebuah pertanda bahwa tulisan kita memiliki ruh yang kuat. Ruh tulisan yang mampu memunculkan rasa curiosity dihati pembacanya.

Apa kuncinya? Menulis harus dengan hati. Menulis arus dengan penghayatan. Menulis harus dengan emosi.

v   Menulis harus mempunyai tujuan

Ketika kita melakukan sesuatu pasti ada alasan. Ketika kita memutuskan  suatu tindakan  pasti kita memiliki tujuan. Hal ini juga  berlaku untuk seorang penulis. Untuk tujuan apa dia  menulis? Demi mengejar finansialkah? Demi  persyaratan admistratifkah? Atau sekedar mengikuti hobi.

Dengan memiliki tujuan yang pasti, kita akan seperti mengejar mimpi. Kita akan berlari dan terus berlari seperti mengejar mimpi.

  

Inilah hasil resume saya  dihari ke 3 ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua, utamanya penulis-penulis pemula. Banyak  hal yang harus diketahui untuk  menjadi yang  terhebat.

Salam  literasi....salam sukses....salam tangguh untuk kita semua.

Kamis, 08 Oktober 2020

Simbok, pahlawanku


belajar menulis bareng om jay

 
SIMBOK PAHLAWANKU

        Simbok (ibu dalam bahasa indonesia) adalah sosok kebanggaanku. Status janda tidak membuat simbok patah arang untuk membesarkan dan mendidik kami delapan bersaudara setelah bapak meninggal. Dialah wanita tangguh yang berpengaruh besar pada keberhasilan anak-anaknya.
         Flashback ke 20 tahun  yang lalu, sepeninggal bapak di tahun 1980, simbok otomatis menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ketika itu aku masih 10 tahunan. Aku ingat betul perjuangan simbok yang berat dimulai ditahun itu tanpa bapak.
         Simbok selalu berpesan pada kami untuk selalu jadi orang tangguh. Simbok  berpesan," Simbok ki wong mlarat, mung iso nyangoni ngelmu kanthi nyekolahke kowe kabeh. Mulo do dadio wong pinter." ( ibu orang miskin. Hanya bisa membekali ilmu dengan menyekolahkan kalia . Maka jadilah orang pintar)
          Kata-kata simbok ini masih kuingat. Dan selalu terpatri di hati dan kepalaku. Dalam hatiku waktu itu, aku berjanji akan membuat keramatku ini bangga padaku. 
          Masih kuingat juga kata-kata keras simbok bahwa kalau kalian ingin makan maka harus bekerja. Ini berarti bahwa tidak ada kecuali, semua anak harus bahu membahu membantu simbok untuk mencukupi semua kebutuhan keluarga. Oh, ya...simbok bekerja sebagai produsen makanan yang sungguh trend di tahun 70an sampai 90an. Makanan khas orang dusun ONDE-ONDE nama makanan produk keluarga kami.
          Untuk memproduksi makanan sumber kehidupan kami ini, perlu proses yang panjang. Dari mulai membuat isi onde-onde sampai tahap akhir makanan siap untuk di jual.
          Setiap hari kami sekeluarga saling bantu meringankan beban simbok. Sepulang sekolah, kami langsung memposisikan diri pada tugas sesuai pembagian dari simbok. Rutinitas ini tetap kami lakukan dengan ikhlas. 
        Serunya membantu simbok adalah ketika waktunya membuat  bulatan-bulatan kecil untuk isi onde-onde. Jumlahnya tidak sedikit. Bisa mencapai lima kilogram kacang hijau yang sudah di godog, dihaluskan dan di buat adonan yang diberi nama KUMBU.  Nah....saat membuat bulan kumbu itulah saat yang peling seru.
         Tanpa kecuali semua tangan kanan kami berkreasi membuat bulatan-bulatan sesuai uknuran. Ada yang besar, ada yang kecil. Terkadang waktu kerja sepeti ini menjadi ajang bercanda dan menghibur diri. Tangan kotor tidak jadi masalah. Semangat berkerja dengan berpegang teguh kata-kata simbok : jika ingin makan harus bekerja.
        Hal yang kukagumi dari sosok Simbok adalah KETANGGUHAN MENGHADAPI KERASNYA HIDUP.
Tanpa kehadiran bapak dengan masih adanya  amanat 5 orang anak yang belum mandiri bukanlah hal yang ringan. Dibalik semua beban hidupnya, simbok tidak pernah sekalipun mengeluh. Baginya, kami adalah amanah  yang harus dijaga.
         Menghidupi 5 anak yeng belum semuanya mandiri menjadi tantangan luar biasa bagi simbok. 
Sepeninggal bapak, dari 8 anak baru 3 kakakku yang mandiri. 2 kakakku sudah menikah  dan 1 kakakku sudah  bekerja sebagai guru. Untuk 2 kakakku yang menikah tentu simbok tidak berani meminta bantuan. Mereka sudah mempunyai kekentingan sendiri untuk keluarga mereka. Satu kakak yang belum menikah lumayan bisa membantu simbok. Tapi simbok tidak mau sepenuhnya membebani kakakku.
          Satu lagi kisah indah tetang simbokku. Sebenarnya suasananya sedih tapi aku bahagia. Waktu itu kami menghadiri pernikahan salah satu cucu simbok. Ditengah-tengah acara, simbok merasa lelah dan ingin keluar dari arena pernikahan. Kutuntun simbok bersama kakakku. Tapi hal yang tidak pernah terbayangkan terjadi.
           Belum 50 meter kami keluar dari tempat pesta, mendadak simbok terjatuh. Tentu aku dan kakakku kaget. Dengan tubuh simbok yang besar, sekitar 80 kiloan beratnya, tidak mungkin bagi kami mengangkat simbok. Kami minta tolong orang, tapi sudah terlambat. Simbok sudah tidak ada...simbok sudah meninggalkan kami.
          Duka lara sudah pasti karena kehilangan keramat kami. Tapi meski sedih, dalam hatiku yang terdalam aku bahagia. Insya Allah simbok meninggal dengan husnul khotimah. Keyakinan ini aku hubungkan dengan saat aku membantu mengangkat tubuh besar simbok. Apa yang kurasakan? Serasa mengangkat kapas. 
          Fakta diataslah yang membuatku bahagia. Simbok termasuk orang yang dijanjikan surga oleh Allah.  Meski sedih luar biasa kulepas simbok dengan ikhlas.
          Simbok....sampai kapanpun simbok akan jadi pahlawanku
          

       

BELAJAR MENULIS BARENG OM JAY, Hari ke 2 Tanggal 7 Oktober 2020

 

“ INSPIRATOR USIA SENJA”



Malam ini kuliah hari ke 2 Belajar Menulis Bareng Om Jay. Sebelum  masuk kelas, saya menyempatkan diri mampir ke blog inspirator hebat Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd, yang akrab di panggil Cak Inin.  Rasa ingin tahu saya tentang si empu blog itu sama besarnya dengan rasa ingin tahu saya untuk mengenal profil guru hebat dimalam pertama perkuliahan kelas Om Jay. Hal yang menarik dari Cak Inin adalah usia beliau yang sudah terbilang memasuki usia senja tetapi semangat beliau sangat luar biasa untuk menjadi penulis tangguh.

Dimateri  ke 2 malam ini,  Cak Inin memaparkan perjalanan beliau dari awal belajar menulis sampai bisa menerbitkan buku bahkan sampai memiliki percetakan sendiri. Berikut resume perjalanan menulis beliau yang menurut saya sangat inspiratif,

 

“Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis. Sebaik-baiknya manusia adalah yg mau berubah ke arah kebaikan dlm sgl hal dan bermanfaat bagi orang lain. Karena Allah tdk akan merubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu tdk mau merubahnya sendiri”.

 

         Kalimat bijak diataslah yang menyadarkan Cak Inin untuk mewujudkan mimpi beliau untuk menjadi penulis. Mimpi dan keinginan yang sudah ada dalam benak beliau sejak duduk di bangku SMP. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal yang baik dan yang sudah lama diimpikan.

" Dimana ada kemauan

di situ ada jalan"

Belajar tidak memandang kepada siapa kita berguru dan diusia berapa kita mulai dan berhenti belajar. Cak Inin tidak malu menimba ilmu dari yang muda.

          Berpegang teguh pada pepatah diatas, dimulailah karir beliau di bidang tulis menulis . Diawali dengan berguru pada wanita hebat, ibu Emi Sudarwati, yang sudah menerbitkan buku  lebih dari 300 buku. Luar biasa! Tepat kiranya jika Cak Inin belajar dari ibu Sudarwati yang ternyata dulu murid SMP di mana Cak Inin mengajar. Dan dari ibu Emi, Cak Inin merasa yakin bahwa beliau bisa dan mampu menjadi seorang penulis. Ditahun 2020, sejak beliau mengikuti pelatihan Menuis dan pertemuannya dennggan ibu Emi Sudarwati, sudah banyak buku yang beliau terbitkan. 

“Menulislah setiap hari dengan hati,  buktikan apa yg terjadi"

Pesan  khas dari Om Jay diatas dibuktikan sendiri oleh Cak Inin. Keajaiban memang selalu ada. Dengan menulis dan menulis di blog, Cak Inin mendapatkan hadiah khusus dari penerbit  Andi Yogya. Beliau mendapatkan anugerah 3 (tiga) peresume terbaik.  Hadiah  ini tidak lepas pula dari kunjungan beliau ke blog sesama teman pelatihan atau blogger lain. Dari kunjungan itu, ilmu teknik menulis dan seluk beluk menulis bisa beliau dapatkan.

Berhasil di bidang penulisan buku, tidak membuat  Cak Ikin puas dan berhenti bermimpi. Sayap beliau kembangkan lebar-lebar. Menjadi penerbit ternyata juga menjadi passion beliau. Kamila Press adalah nama besar  percetakan beliau.

Diakhir perkuliahan, Cak Ikin juga membagikan kiat-kiat unuk enjadi penulis utamanya bagi penulis pemula.

1.    NIAT KUAT DAN TEKAD 

Tekad dan niat yang kuat harus senantiasa dipegang teguh jika ingin menjadi penulis hebat. Semangat belajar harus semakin dikukuhkan. Niat tanpa disertai tekad tidak  akan mmenjadi sebuah kenyataan.

2.    MENCARI MENTOR

       Bagi penulis pemula atau yang masih belajar menulis, penting kiranya untuk mencari mentor. Mencari pembimbing menulis sangatlah penting. Mentor di sini tentu saja orang yang memang diyakini kepiawaian dan ilmunya.

3.    AMATI

Jika ingin menjadi penulis, maka sering-seringlah membaca tulisan orang-orang hebat. Amati gaya penulisannya, pilihan kata-katanya, cara menulisnya, dan lain-lain

4.    TIRU

Meniru tidak selamanya menjadi hal yang buruk. Bagi penulis pemula, meniru apa yang dilakukan dan bagaimana penulis atau mentor menulis Adalah hal yang sah sah saja untuk dilakukan. Meniru bukn berarti menjiplak tetai lebih pada modifikasi. Judulatau tema mungkin saja sama, tetapi isi dan penyampaian harus berbeda.

5.    MANUT

Jika sudah mendapatkan , mengamati dan meniru mentor, ikutilah semua saran mentor,  apa yg dilakukan mentor  sampai jadi penulis sukses. Jika ingin menerbitkan buku, ikutilah bagaimana cara menerbitkan buku ke penerbit

6. ISTIKOMAH

Beristiqomahlah dalam  menulis setiap hari. Pilihlah waktu yg tepat sesuai kondisi masing-masing Targetkan minimalnya satu hari satu tulisan apapun bentuk tulisan tersebut.

Demikian sekelumit resume tentang Cak Ikin yang diusia senjanya tetap  memiliki segudang kemauan dan mimpi. semga perjalanan karir beliau bisa menjadi pecut hebat bagi kami penulis pemula.